Model model pembelajaran berbasis teknologi

By:Novita Elisabeth Pakpahan

14 Desember 2021

[14/12 10.32] Novita Elisabeth Pakpahan: Media presentasi merupakan suatu pesan atau materi yang akan disampaikan yang dikemas dalam sebuah program komputer dan disajikan melalui perangkat alat saji (proyektor)
[14/12 10.32] Novita Elisabeth Pakpahan: Media presentasi sendiri memiliki manfaat memudahkan dalam menyampaikan pesan atau materi yang akan disampaikan, media presentasi ini memiliki kemampuan dalam pengolahan teks, warna dan gambar, serta animasi yang bisa diolah sendiri sesuai kreatifitas penggunanya”.
[14/12 10.33] Novita Elisabeth Pakpahan: Kelebihan- kelebihan media presentasi dalam pembelajaran menurut Kozma dalam Sutrisno (2009) yaitu:
a) Media presentasi dapat meningkatkan kegiatan belajar dan dapat membantu pemahaman siswa dalam memahami suatu materi.
b) Media presentasi dapat mendorong siswa untuk berpikir, beraktivitas, bekerja sama dan mengeluarkan pendapat.
c) Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto.
d) Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji.
e) Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik.
f) Tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan ajar yang sedang disajikan.
g) Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan dan dapat dipakai secara berulang-ulang.
h) Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik. (CD/ Disket/ Flash disk), sehingga praktis untuk dibawa kemana-mana.
[14/12 10.33] Novita Elisabeth Pakpahan: media presentasi memiliki kekurangan sebagai berikut:
a) Ketergantungan arus listrik tinggi.
b) Media pendukungnya relatif mahal karena harus ada komputer dan LCD.
c) Penggunaan media ini sangat tergantung pada penyaji materi

Model model pembelajaran berbasis teknologi

By:Novita Elisabeth Pakpahan

14 Desember 2021

[14/12 10.22] Novita Elisabeth Pakpahan: Pengertian Media Pembelajaran Computer Assisted Instruction (CAI) – Media Computer Assisted Instruction (CAI) yang pada dasarnya media berbasis komputer terdapat didalamnya, “CBI (Computer Based instruction) yaitu penggunaan komputer secara luas yang bisa dimanfaatkan tidak hanya sebagai fungsi CAI, juga dimanfaatkan dengan fungsi sistem pembelajaran individual” (Rusman, 2013: 87). Keluasan penggunaan media komputer tergantung dari penggunaan program atau perangkat lunak yang terdapat di dalam komputer itu sendiri.

Menurut Setianingrum (2014: 1), “CAI adalah suatu sistem penyampaian materi pelajaran yang berbasis mikroproses yang pelajarannya dirancang dan diprogram ke dalam sistem tersebut melalui media CAI (Computer Assisted Instruction), materi dikemas menjadi lebih menarik dalam proses pembelajaran.”
[14/12 10.22] Novita Elisabeth Pakpahan: tiga kategori teknologi komputer dalam pembelajaran, “Computer Technology can assisted the instructional environment in one of three basic categories: electronic communication, presentationsupport, or students materi-als” yang artinya bahwa teknologi komputer dapat membantu lingkungan pembelajaran dalam salah satu dari tiga kategori dasar yaitu: komunikasi elektronik, pendukungan presentasi, atau bahan pelajaran siswa. Ketiga kategori teknologi berbasis komputer tersebut dapat digunakan untuk menyusun paket belajar Biologi dengan materi pokok sistem gerak pada manusia.
[14/12 10.24] Novita Elisabeth Pakpahan: Berikut adalah uraian singkat mengenai langkah dan cara kerja proses pembelajaran menggunakan media CAI tersebut.

Menyiapkan bahan ajar dari buku atau dari internet dan lain sebagainya
Menyiapkan bahan ajar dengan menggunakan perangkat lunak komputer (softwer).
Menyampaikan materi dengan menggunakan media CAI tersebut.
Mengarahkan siswa dalam belajar agar menjadi siswa yang aktif dan kreatif.
Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dalam proses pembelajaran
Kekurangan Dan Kelebihan Penggunaan Media CAI
Keunggulan Media CAI
Memungkinkan penyampaian materi ajar secara lebih menarik dalam bentuk teks, gambar, suara, dan gambar animasi secara terintegrasi. Kemajuan teknologi komputer bahkan juga telah memungkinkan penyampaian materi ajar dengan memanfaatkan teknologi video, audio, maupun multi media.
Memudahkan dan mempersingkat waktu dalam mengajar karena siswa cendrung lebih mudah memahami dengan bentuan media yang ada dari bantuan komputer tersebut.
Menghemat biaya dalam pengeluaran kertas dan lain sebagainya, karena media yang ada dapat ditunjukkan menggunakan satu dalam satu waktu.
Memberikan pengetahuan yang lebih baik dan lebih mudah diingat pada murid.
[14/12 10.24] Novita Elisabeth Pakpahan: Kekurangan Media CAI (Computer Assisted Instruktion)
Membutuhkan waktu yang lebih dalam mempersiapkan segala halnya, seperti bahan ajar, bahan media yang digunakan, dan bagaimana cara penyajiannya dengan menggunakan komputer.
Memerlukan keterampilan dan kreatifitas yang tinggi oleh guru dalam menggunakan komputer tersebut, karena tidak mudah dan sulitnya dalam menjalankan program komputer apalagi guru yang dianggap kurang memahami komputer (gaptek).
Pada satu waktu dapat memberikan murid dengan tingkat fokus yang berbeda sehingga akan sulit dalam menyimak informasi.

Model model pembelajaran berbasis teknologiB

By:Novita Elisabeth Pakpahan

14 December 2021

Mobile learning (m-learning) merupakan sebuah model pembelajaran yang mengadopsi perkembangan teknologi seluler dan perangkat handphone (HP) yang dimanfaatkan sebagai sebuah media pembelajaran. M-learning dikembangkan dengan format multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio dan meminimalkan video dan animasi karena alasan keterbatasan content size agar mudah diakses melalui HP sehingga menjadi bahan belajar yang menarik dan mudah dipahami. M-learning merupakan model pembelajaran alternatif yang memiliki karakteristik tidak tergantung tempat dan waktu. Potensi dan prospek pengembangan mobile learning ke depan, sangat terbuka lebar mengingat kecenderungan masyarakat yang semakin dinamis dan mobile serta tuntutan kebutuhan pendidikan yang berkualitas dan beragam. Konsep pembelajaran tersebut di harapkan dapat mendorong terwujudnya suasana pembelajaran yang efektif dan inovatif sehingga dapat memotivasi semangat belajar peserta didik dan guru.

Model model pembelajaran berbasis teknologi

By:Novita Elisabeth Pakpahan

Tgl:14 Desember 2021

Teaching Aids

Teaching Aids merupakan media bahan ajar guru yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Teaching Aids diharapkan mampu mempermudah kinerja guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Kegunaan teaching aids dalam proses pembelajaran sebagai berikut: a Pedoman bagi guru dan siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran; b Dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkritnyata, sehingga mudah diterima siswa; c Informasi pelajaran yang disajikan dengan tepat akan memberikan kesan yang mendalam pada diri siswa; d Mengatasi sikap pasif siswa, menjadikan lebih interaktif, kreatif dan aktif; e Mentransmisikan pesan-pesan pembelajaran lebih konstruktif dan menarik.

Konsep Teaching Aids

Teaching aids merupakan program MPI yang baru dikembangkan dan didesain khusus sebagai alat bantu guru untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Teaching Aids ini digunakan dalam pembelajaran klasikal. Teaching Aids ini diharapkan cukup mumpuni untuk diterapkan dalam pembelajaran dikelas. Media pembelajaran tutorial dengan bantuan komputer untuk mendukung bahan ajar guru yang disampaikan di kelas. Informasi atau pesan berupa suatu konsep 104 disajikan di layar komputer dengan teks, gambar, grafik dan animasi. Pada saat yang tepat siswa dapat memahami, menginterpretasi, dan menyerap konsep itu. Dengan simulasi, materi dapat ditata dan diatur sehingga penyerapan materi lebih mendalam. Dengan teaching aids berbasis multimedia materi pengetahuan dapat dikuasai siswa dengan cepat dan siswa memiliki motivasi untuk belajar karena berisi teks, gambar, animasi, interaksi, dan simulasi sehingga hasil belajar siswa mampu meningkat. Penyusunan program Model Teaching Aids Berbasis Multimedia pada Mata Pelajaran PTD ini melalui beberapa tahap prosedur kerja. Sebagai tahap awal adalah proses analisis potensi masalah dan kebutuhan, yang meliputi: pemilihan materi, penentuan pemakai user, dan penentuan indikator program. Pada Teaching Aids, terdapat disatu folder penyimpanan yang didalamnya terdapat: 1 petunjuk pemanfaatan; 2 RPP guru mapel; 3 Buku ajar mapel; 4 file-file .swf bahan ajar desain web dan; 5 video langkah-langkah desain web. Software yang digunakan untuk membuat aplikasi program Teaching Aids Berbasis Multimedia dalam penelitian ini adalah Macromedia Flash 8.0 dan file tersimpan dalam bentuk ekstensi .fla dan .swf. Bahan ajar ini tersusun secara urut dan terdiri atas beberapa file materi desain web. File-file materi desain web tersebut adalah pengenalan contoh web, mengakses frontpage, pengenalan fungsi menu dan ikon frontpage, membuat home page, dan insert picture. Teaching aids berbasis multimedia ini digunakan dalam pembelajaran klasikal, karena peran guru di dalam kelas adalah yang utama. Pembelajaran 105 klasikal cenderung digunakan oleh guru apabila dalam proses belajarnya lebih banyak bentuk penyajian materi dari guru. Penyajian lebih menekankan untuk menjelaskan sesuatu materi yang belum diketahui atau dipahami siswa. Alternatif metodenya cenderung dengan metoda ceramah dan tanya jawab bervariasi atau metoda lain yang memungkinkan sesuai dengan karakeristik materi pelajaran. Pembelajaran klasikal akan memberikan kemudahan bagi guru dalam mengorganisasi materi pelajaran, karena dalam pembelajaran klasikal secara umum materi pelajarannya akan seragam diserap oleh siswa baik urutan maupun ruang lingkupnya. Proses pembelajaran klasikal dapat membentuk kemampuan siswa dalam menyimak atau mendengarkan dan membentuk kemampuan dalam bertanya. Motivasi dan membangkitkan perhatian siswa sangat penting dalam pembelajaran klasikal. Karena pembelajaran klasikal ini akan berhasil apabila ada keterkaitan antara stimulus dan respon dalam proses belajar mengajar.

Model model pembelajaran berbasis teknologi

By:Novita Elisabeth Pakpahan

14 Desember 2020

Apa Itu E-Learning?

E-learning merupakan gabungan dari 2 kata, yakni electronic dan learning. Secara harfiah, e-learning adalah pembelajaran secara elektronik atau proses belajar mengajar yang dilakukan secara online. Dalam praktiknya, e-learning memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana belajarnya. 

Sama seperti prinsip online pada media lainnya, proses belajar mengajar dalam e-learning jadi bisa dilakukan oleh siapapun, dimana pun, dan kapanpun. Jadi, meskipun kamu dan pengajar tinggalnya berjauh-jauhan, enggak akan jadi masalah, Quipperian. Bahkan beda negara pun tak jadi rintangan karena belajar dilakukan secara online.

Umumnya, e-learning dilakukan melalui media perantara internet berbasis web. Jadi, semua materi, kuis, dan bahan ajar bisa kamu akses melalui sebuah situs web. Contohnya saja seperti Quipper Video atau Quipper School.

Mengapa E-Learning Dibutuhkan dalam Pembelajaran?

Quipperian, sebenarnya terlepas dari ada atau tidaknya pandemik COVID-19, e-learning memang sudah seharusnya diterapkan, lho. Mengapa? Supaya proses belajar mengajar tidak ketinggalan tren alias kudet. 

Selain untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknolgi, e-learning dibutuhkan dalam pembelajaran karena punya banyak sekali manfaat menguntungkan. Apa saja?

1. Efisiensi Biaya

Bayangkan, dengan proses belajar e-learning, kamu dan pengajar jadi enggak perlu keluar rumah. Kamu bisa buka gadget di rumah atau di manapun kamu berada, sehingga bisa menghemat biaya transport, uang makan, atau uang jajan lainnya. Selain itu, kamu pun enggak perlu membeli buku cetak karena bahan ajar sudah bisa diunduh di gadget. 

2. Bisa Atur Waktu Sendiri

Pada dasarnya, belajar secara online tidak membutuhkan keharusan untuk on time layaknya kelas biasa. Kamu bisa mengatur waktu sendiri kapan saat yang tepat untuk mengakses situs web e-learning dan mempelajari hal-hal di dalamnya. Seperti Quipper Video, kamu pun bisa memilih sendiri mau belajar materi yang mana dulu, Quipperian. Seru, kan?

3. Bisa Networking

Eits, kata siapa kalau kelas online atau situs web e-learning enggak bisa bikin kamu gaul? Ternyata, dengan belajar online pun kamu  masih bisa networking, lho, malah jaringan pertemanannya bisa lebih luas lagi. Lewat situs web, semua orang dari manapun bisa kamu temui. Bahkan kadang-kadang, ada pula komunitas e-learning sendiri yang bisa kamu ikuti untuk saling bertukar informasi.

4. Tidak Ketinggalan Perkembangan Zaman

Terakhir, kenapa e-learning dibutuhkan dalam pembelajaran ialah supaya proses belajar mengajar jadi enggak kudet alias kurang update. Hampir semua sektor sudah memiliki situs online guna mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan manusia. Maka, tak ada salahnya kalau proses belajar pun ikut menjadi berbasis online supaya bisa menjangkau lebih banyak siswa.

Cara Menggunakan E-Learning

Sebetulnya cara menggunakan e-learning berbeda-beda, tergantung dari situs webnya sendiri, Quipperian. Hanya saja, secara umum biasanya langkah-langkah ini yang harus kamu ikuti:

  • Buka situs web e-learning-nya.
  • Daftarkan diri dengan mengisi alamat e-mail dan password.
  • Mengisi data diri seperti nama lengkap, alamat rumah, alamat sekolah, dan lain-lain.
  • Mendapatkan e-mail balasan dari situs web e-learning terkait berhasil atau tidaknya pendaftaran kamu. Jika berhasil, kamu akan diminta untuk verifikasi e-mail.
  • Apabila situs web e-learning itu berbayar, kamu akan diminta mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu.
  • Setelah pembayaran atau pendaftaran berhasil, kamu bisa mengakses situs web e-learning tersebut kapan pun dan di mana pun.

So, gimana Quipperian? Ternyata e-learning itu memang dibutuhkan dan sebenarnya sudah cukup lama juga diterapkan, ya. Apalagi di tengah pandemik COVID-19 ini, media online tentu jadi satu-satunya sarana yang bisa tetap membuat kamu update dengan berbagai hal. 

Apa Itu E-Learning?E-learning merupakan gabungan dari 2 kata, yakni electronic dan learning. Secara harfiah, e-learning adalah pembelajaran secara elektronik atau proses belajar mengajar yang dilakukan secara online. Dalam praktiknya, e-learning memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana belajarnya.Sama seperti prinsip online pada media lainnya, proses belajar mengajar dalam e-learning jadi bisa dilakukan oleh siapapun, dimana pun, dan kapanpun. Jadi, meskipun kamu dan pengajar tinggalnya berjauh-jauhan, enggak akan jadi masalah, Quipperian. Bahkan beda negara pun tak jadi rintangan karena belajar dilakukan secara online.Umumnya, e-learning dilakukan melalui media perantara internet berbasis web. Jadi, semua materi, kuis, dan bahan ajar bisa kamu akses melalui sebuah situs web. Contohnya saja seperti Quipper Video atau Quipper School.Mengapa E-Learning Dibutuhkan dalam Pembelajaran?Quipperian, sebenarnya terlepas dari ada atau tidaknya pandemik COVID-19, e-learning memang sudah seharusnya diterapkan, lho. Mengapa? Supaya proses belajar mengajar tidak ketinggalan tren alias kudet.Selain untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknolgi, e-learning dibutuhkan dalam pembelajaran karena punya banyak sekali manfaat menguntungkan. Apa saja?Efisiensi BiayaBayangkan, dengan proses belajar e-learning, kamu dan pengajar jadi enggak perlu keluar rumah. Kamu bisa buka gadget di rumah atau di manapun kamu berada, sehingga bisa menghemat biaya transport, uang makan, atau uang jajan lainnya. Selain itu, kamu pun enggak perlu membeli buku cetak karena bahan ajar sudah bisa diunduh di gadget.Bisa Atur Waktu SendiriPada dasarnya, belajar secara online tidak membutuhkan keharusan untuk on time layaknya kelas biasa. Kamu bisa mengatur waktu sendiri kapan saat yang tepat untuk mengakses situs web e-learning dan mempelajari hal-hal di dalamnya. Seperti Quipper Video, kamu pun bisa memilih sendiri mau belajar materi yang mana dulu, Quipperian. Seru, kan?Bisa NetworkingEits, kata siapa kalau kelas online atau situs web e-learning enggak bisa bikin kamu gaul? Ternyata, dengan belajar online pun kamu masih bisa networking, lho, malah jaringan pertemanannya bisa lebih luas lagi. Lewat situs web, semua orang dari manapun bisa kamu temui. Bahkan kadang-kadang, ada pula komunitas e-learning sendiri yang bisa kamu ikuti untuk saling bertukar informasi.Tidak Ketinggalan Perkembangan ZamanTerakhir, kenapa e-learning dibutuhkan dalam pembelajaran ialah supaya proses belajar mengajar jadi enggak kudet alias kurang update. Hampir semua sektor sudah memiliki situs online guna mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan manusia. Maka, tak ada salahnya kalau proses belajar pun ikut menjadi berbasis online supaya bisa menjangkau lebih banyak siswa.Cara Menggunakan E-LearningSebetulnya cara menggunakan e-learning berbeda-beda, tergantung dari situs webnya sendiri, Quipperian. Hanya saja, secara umum biasanya langkah-langkah ini yang harus kamu ikuti:Buka situs web e-learning-nya.Daftarkan diri dengan mengisi alamat e-mail dan password.Mengisi data diri seperti nama lengkap, alamat rumah, alamat sekolah, dan lain-lain.Mendapatkan e-mail balasan dari situs web e-learning terkait berhasil atau tidaknya pendaftaran kamu. Jika berhasil, kamu akan diminta untuk verifikasi e-mail.Apabila situs web e-learning itu berbayar, kamu akan diminta mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu.Setelah pembayaran atau pendaftaran berhasil, kamu bisa mengakses situs web e-learning tersebut kapan pun dan di mana pun.So, gimana Quipperian? Ternyata e-learning itu memang dibutuhkan dan sebenarnya sudah cukup lama juga diterapkan, ya. Apalagi di tengah pandemik COVID-19 ini, media online tentu jadi satu-satunya sarana yang bisa tetap membuat kamu update dengan berbagai hal.